Rakyat Memantau Setiap Kejadian Di Negara

Hiburan

Daisy Fajarina Adukan Dugaan Premanisme ke Bareskrim

Daisy Fajarina, ibunda Manohara Odelia Pinot, melaporkan dugaan premanisme dan perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya di restoran milik putrinya, Dewi, ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa (13/10/2026). Daisy mengaku mengalami kerugian materiil dan merasa dipermalukan dalam insiden di restoran kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Laporan itu berkaitan dengan peristiwa pada Sabtu (10/10/2026), saat Daisy hendak mengambil pesanan 15 boks air minum. Kuasa hukumnya, Erles Rareral, meminta polisi menyelidiki dugaan intimidasi sekaligus menelusuri badan usaha yang menyalurkan petugas keamanan di lokasi.

Di tengah pelaporan tersebut, Daisy tidak menjelaskan secara terperinci komunikasi dengan Manohara. Ia mengatakan putrinya sudah dewasa dan meminta awak media menanyakan langsung kepadanya.

Daisy mengaku gagal mengambil pesanan air

Menurut Daisy, air minum yang dipesan merupakan kebutuhan pelanggan tetapnya. Ia meminta pegawainya menyiapkan pesanan, tetapi kemudian mendapat kabar bahwa 15 boks air itu tidak bisa dikeluarkan tanpa izin manajemen gedung.

Daisy mengatakan dirinya menghubungi pegawai sekitar pukul 18.48 WIB. Setelah diberi tahu soal izin tersebut, ia memutuskan datang sendiri ke restoran di gedung Piccadilly, kawasan Kemang, sekitar pukul 19.30 WIB.

Namun, setibanya di lokasi, Daisy mengaku tetap tidak bisa membawa barang yang dipesannya. Ia baru meninggalkan tempat itu sekitar pukul 22.00 WIB dengan tangan kosong.

“Sampai mungkin jam 10-an baru Mama bisa pulang dengan tangan hampa,” ujar Daisy.

Daisy juga menyebut restoran itu sudah tidak beroperasi sejak 2 Oktober karena situasi pembongkaran gedung dan persoalan lain. Keterangan tersebut disampaikan untuk menjelaskan kondisi usaha saat pesanan air hendak diambil.

Kuasa hukum minta dugaan intimidasi diselidiki

Erles menyatakan laporan Daisy telah diterima Bareskrim. Ia berharap kepolisian menindaklanjuti perkara dan mengusut dugaan perlakuan kasar serta intimidasi yang, menurut Daisy dan pihaknya, terjadi di restoran tersebut. Dugaan itu disebut melibatkan seorang pria berinisial J.

Kuasa hukum juga meminta polisi memeriksa legalitas badan usaha penyalur petugas keamanan yang bertugas di lokasi. Menurut Erles, bahasa dan sikap petugas yang dipersoalkan kliennya tidak mencerminkan perilaku sekuriti profesional. Ia meminta pemeriksaan tidak hanya berfokus pada dugaan tindakan di tempat, tetapi juga perizinan penyedia jasa keamanan.

Erles turut menyampaikan dugaan bahwa pagar dan pintu restoran sempat digembok. Ia mengatakan Daisy dan sejumlah pekerja disebut kesulitan keluar, termasuk ketika hendak menggunakan kamar mandi. Pernyataan itu merupakan keterangan dari pihak Daisy dan masih menunggu penanganan aparat.

Pihak kuasa hukum juga meminta agar barang-barang yang berada di restoran tidak dipindahkan, dikeluarkan, ataupun dipotong selama persoalan hukum berlangsung. Erles berharap media ikut memantau kondisi barang di lokasi dan mengawal perkembangan laporan. Ia menyebut masih ada barang milik Daisy yang tertinggal di restoran.

Daisy belum menjelaskan komunikasi dengan Manohara

Ketika ditanya mengenai respons Manohara atas laporan tersebut, Daisy memilih tidak mewakili putrinya. “Kalau dari Mano, ya silakan tanya langsung aja. Mano kan sudah dewasa, saya tidak bisa berbicara,” katanya di Bareskrim.

Daisy tidak menyebut kapan terakhir kali berkomunikasi langsung dengan Manohara terkait perkara itu. Ia mengatakan tetap mendoakan anak-anaknya dan menilai wajar jika seorang anak bersikap protektif terhadap keluarga. Daisy juga menyebut anak-anaknya saling menyayangi.

Ia berharap Manohara selalu mendapat perlindungan dan dijauhkan dari hal buruk. Daisy juga mengaku sempat tidak bisa tidur karena memikirkan kondisi anak pertamanya, Dewi, yang disebut sedang stres.

Kuasa hukum menyampaikan laporan tersebut akan menunggu proses kepolisian. Menurut informasi yang mereka terima, perkembangan laporan kemungkinan disampaikan pada Jumat atau Senin berikutnya. Penyelidikan diharapkan mengklarifikasi kronologi, dugaan tindakan di restoran, serta status badan usaha penyedia petugas keamanan.

Pantaurakyat