Rakyat Memantau Setiap Kejadian Di Negara

Kesehatan

DBD di Ketapang Capai 346 Kasus, Satu Pasien Meninggal

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Ketapang mencapai 346 hingga 19 Oktober 2026. Dari ratusan pasien tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara kasus telah ditemukan di hampir seluruh kecamatan. Dinas Kesehatan setempat memperkirakan jumlah penderita berpotensi bertambah seiring datangnya musim hujan.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang Feria Kowira menyampaikan data tersebut pada Kamis (22/10). Menurut dia, hanya satu kecamatan yang belum melaporkan kasus DBD, yakni Hulu Sungai. Kecamatan Delta Pawan atau Kota Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

“Hanya satu kecamatan yang tidak ditemukan kasus DBD,” kata Feria. Ia menyebut satu pasien meninggal dunia, sedangkan pasien lainnya dinyatakan sembuh.

Delta Pawan mencatat kasus DBD terbanyak

Delta Pawan mencatat 109 kasus, disusul Benua Kayong dengan 48 kasus dan Tumbang Titi sebanyak 31 kasus. Sejumlah kecamatan lain juga melaporkan penderita, dengan angka yang bervariasi.

Di Kendawangan tercatat 17 kasus dan di Sungai Melayu Ray 16 kasus. Singkup melaporkan 15 kasus, sementara Nanga Tayap dan Matan Hilir Selatan masing-masing mencatat 14 kasus.

Berikutnya, terdapat 12 kasus di Air Upas dan 12 kasus di Matan Hilir Utara. Pemahan mencatat 10 kasus. Di Jelai Hulu ditemukan delapan kasus, Marau tujuh kasus, Manis Mata enam kasus, serta Simpang Hulu lima kasus.

Jumlah yang lebih rendah dilaporkan di Sandai, dengan empat kasus. Sungai Laur dan Simpang Dua masing-masing mencatat satu kasus. Sementara itu, Dinas Kesehatan menyatakan tidak menemukan kasus di Kecamatan Hulu Sungai.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa laporan DBD tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota. Kasus juga muncul di berbagai kecamatan lain, sehingga kewaspadaan dan upaya pencegahan diperlukan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Pasien dirawat di rumah sakit dan puskesmas

Penanganan pasien tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. RSUD dr. Agoesdjam dan RS Fatima Ketapang masing-masing menangani 134 pasien DBD. Sebanyak 60 pasien dirawat di puskesmas.

Selain itu, 11 pasien mendapat perawatan di RS Pertama Bunda. Tujuh pasien dirawat di rumah sakit di luar Ketapang, sedangkan dua pasien ditangani klinik swasta. Feria menyatakan satu orang meninggal dunia dari keseluruhan pasien, sementara pasien lainnya sembuh total.

Data tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena jumlah kasus diperkirakan dapat bertambah ketika musim hujan datang. Feria mengingatkan warga untuk menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan mempertahankan kebersihan lingkungan sekitar.

Dinkes imbau warga jalankan 3M

Untuk menekan risiko penularan DBD, masyarakat diminta menerapkan 3M: menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas. Langkah-langkah ini ditujukan untuk mengurangi tempat yang dapat menjadi lingkungan bagi nyamuk Aedes aegypti.

Feria juga menyarankan sejumlah upaya tambahan, seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk dan menggunakan larvasida pada penampungan air yang sulit dikuras. Warga dapat menanam tanaman pengusir nyamuk sebagai salah satu cara lain untuk mengurangi risiko munculnya nyamuk dan gigitan.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain panas tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, serta munculnya bintik kemerahan. Warga yang mengalaminya diimbau segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.

Dengan kasus yang telah tersebar di hampir seluruh kecamatan dan musim hujan yang diperkirakan datang, pencegahan perlu dilakukan secara konsisten di rumah maupun lingkungan sekitar. Dinas Kesehatan meminta warga tidak menunggu sampai jumlah kasus bertambah untuk mulai menjaga kebersihan dan memeriksakan diri ketika mengalami gejala.

Pantaurakyat