Rakyat Memantau Setiap Kejadian Di Negara

Olahraga

Man City Tumbang di Villa Park, Maresca Soroti Dua Faktor

Manchester City kalah 1-2 dari Aston Villa di Villa Park, Sabtu (24/10/2026) malam WIB. Seusai pertandingan Liga Inggris itu, manajer City Enzo Maresca menilai timnya kurang tajam dalam menyelesaikan peluang dan sedikit kurang beruntung saat menghadapi efektivitas tuan rumah.

City sempat menguasai jalannya laga dan mencatatkan lebih banyak peluang tepat sasaran. Namun, penguasaan bola serta tekanan yang mereka bangun tidak cukup untuk membawa pulang poin. Aston Villa justru mampu memaksimalkan dua tembakan tepat sasaran menjadi dua gol.

“Pertandingan yang bagus, penampilan yang bagus. Sayangnya kami kalah. Saya rasa kami mengerahkan cukup upaya untuk mendapatkan hasil lebih. Kami belajar dari sini dan beranjak,” kata Maresca, dikutip BBC.

Hasil tersebut membuat City gagal mempertahankan catatan sempurna yang disorot setelah pertandingan. Bagi Maresca, kekalahan itu bukan cerminan bahwa timnya tidak mampu mengendalikan permainan. Ia menilai City sempat kesulitan membaca pendekatan Villa, lalu bisa menyesuaikan diri dan mengambil alih kendali.

City menguasai bola, Villa lebih efektif

Awal laga berjalan tidak sesuai perkiraan Maresca. City kesulitan dalam 10 sampai 15 menit pertama karena Villa tampil dengan cara yang berbeda dari dugaan sang manajer. Setelah melakukan penyesuaian, City mulai lebih nyaman menguasai bola dan membangun serangan.

“Kami kesulitan di 10-15 menit pertama karena kami memperkirakan mereka akan bermain dengan sebuah cara, tapi ternyata berbeda. Kami menyesuaikan keadaan lalu mengontrol pertandingan,” ujar Maresca.

Villa lebih dulu mendapat keuntungan melalui gol Nicolas Jackson pada menit keenam. Gol cepat itu membuat City harus mengejar ketertinggalan sejak awal, sementara tuan rumah memiliki ruang untuk menjalankan pendekatan mereka.

City baru menyamakan skor pada menit ke-52. Erling Haaland mencetak gol yang menghidupkan peluang tim tamu untuk membalikkan keadaan. Maresca merasa gol tersebut menandai periode ketika City benar-benar mengontrol pertandingan.

Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Delapan menit setelah gol Haaland, Villa melancarkan serangan cepat dan Jackson kembali mencatatkan namanya di papan skor. Sepakan kerasnya tidak mampu dihentikan Gianluigi Donnarumma, sekaligus membawa Villa unggul 2-1.

Peluang tak berbuah, serangan balik jadi penentu

Statistik menunjukkan City memegang 63 persen penguasaan bola dan menghasilkan tujuh tembakan tepat sasaran. Villa, sebaliknya, hanya membukukan dua tembakan tepat sasaran, tetapi keduanya berujung gol. Perbedaan hasil akhir itu menjadi gambaran paling jelas tentang kontras efektivitas kedua tim di depan gawang.

Menurut Maresca, City menciptakan cukup banyak peluang untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Masalahnya, peluang-peluang itu tidak diselesaikan menjadi gol. Dominasi dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan tepat sasaran akhirnya tidak banyak berarti ketika Villa lebih klinis pada momen penting.

“Saat kami mencetak gol saya merasa bahwa kami mengontrol laga dan sungguh begitu sepanjang laga. Kami menciptakan banyak peluang tapi sayangnya tak menuntaskannya,” ucap Maresca.

Penilaian itu sejalan dengan jalannya pertandingan: City mampu menyamakan kedudukan dan menekan, tetapi tak menemukan gol tambahan. Villa tidak membutuhkan banyak kesempatan untuk kembali unggul. Sebuah transisi cepat pada babak kedua cukup untuk mengubah skor dan menentukan hasil.

“Kami kena satu momen transisi di babak kedua dan mereka sangat efisien, sebab mereka mencetak gol. Agak apes dan kami belajar dari kejadian itu,” kata Maresca.

Bagi City, kekalahan di Villa Park menjadi bahan evaluasi pada dua sisi yang disebut Maresca: ketajaman penyelesaian akhir dan antisipasi terhadap transisi lawan. Ia memilih melihat pertandingan itu sebagai pengalaman yang bisa dipelajari, bukan semata-mata hasil yang mengecewakan. Tantangan berikutnya adalah memastikan penguasaan permainan dan peluang yang tercipta menghasilkan gol, sementara ruang untuk serangan balik lawan dapat ditekan.

Pantaurakyat