Andoni Iraola menegaskan tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Florian Wirtz dan Bradley Barcola, meski keduanya belum menunjukkan performa yang konsisten bersama Liverpool. Menjelang laga Liga Champions melawan Lask di Linz, Austria, ia meminta pemain lain ikut mengisi kekosongan gol karena tiga pencetak gol utama tim sedang absen.
Liverpool akan kembali tampil tanpa Alexander Isak, Cody Gakpo, dan Dominik Szoboszlai saat menghadapi klub Austria itu pada Rabu. Ketiganya mengalami cedera ringan ketika menjalani tugas internasional. Iraola mengaku belum mengetahui kapan mereka bisa kembali bermain.
Absennya tiga pemain tersebut menambah beban bagi Wirtz dan Barcola, terutama setelah Liverpool kalah dari Manchester City pada Minggu. Kekalahan itu menjadi yang pertama bagi Liverpool sejak ditangani Iraola. Namun, sang pelatih menilai kontribusi pemain tidak semestinya hanya diukur dari gol dan assist.
Iraola minta kontribusi gol dari pemain lain
“Cody, Alex, dan Dom adalah pencetak gol terbanyak kami musim ini, dan sekarang kami tidak memiliki mereka. Kami membutuhkan pemain lain untuk memberi kami angka-angka itu,” kata Iraola. Ia menyebut Liverpool tetap percaya kepada pemain yang tersedia untuk mengisi posisi yang ditinggalkan trio tersebut.
Menurut Iraola, Wirtz dan Barcola sudah menunjukkan bahwa mereka mampu tampil baik, meski juga mengalami pertandingan yang kurang memuaskan seperti pemain lain. Ia mengatakan Liverpool memahami kualitas keduanya dan yakin mereka akan kembali memberikan penampilan yang bagus.
Barcola belum mencetak gol maupun assist dalam enam penampilan sejak bergabung dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer 123 juta poundsterling. Ia juga belum memenangi penguasaan bola di sepertiga akhir lapangan. Sementara itu, Wirtz baru mencatatkan satu assist musim ini dan masih belum tampil sesuai harapan bersama Liverpool.
Catatan tersebut menjadi sorotan setelah laga melawan Manchester City. Namun, Iraola mengingatkan bahwa situasi di lapangan bisa mengubah cara sebuah penampilan dinilai. Ia mencontohkan peluang yang diterima Lewis Koumas, yang menurutnya sempat disambut dengan baik oleh pemain itu, tetapi tidak berujung gol.
“Kalau Lewis Koumas mencetak gol dari peluang yang ia sambut dengan sangat baik, Bradley Barcola akan mendapat satu assist. Penampilannya akan persis sama, tetapi kita semua akan berkata: ‘Oh, dia bermain sangat baik dan membuat assist.’ Kadang-kadang kita hanya berfokus pada angka,” ujar Iraola.
Pelatih itu menilai Barcola memiliki beberapa situasi bagus dalam pertandingan tersebut, tetapi peluang-peluang itu tidak berhasil dituntaskan. Karena itu, ia menegaskan kembali bahwa dirinya mempercayai Barcola dan Wirtz “100 persen”. Bagi Iraola, statistik tetap penting, tetapi belum tentu menggambarkan keseluruhan kontribusi seorang pemain di setiap laga.
Liverpool evaluasi respons setelah kartu merah
Iraola juga mengonfirmasi bahwa Liverpool kemungkinan akan melakukan perubahan susunan pemain saat bertandang ke Linz. Beberapa pemain mengalami benturan dalam pertandingan melawan City, sehingga kondisi mereka menjadi pertimbangan menjelang laga berikutnya.
Ia mengaku puas dengan semangat, sikap, dan kerja keras tim saat menghadapi City, termasuk para pemain di lini serang. Yang menjadi catatan adalah respons kolektif Liverpool setelah Ryan Gravenberch mendapat kartu merah. Tim harus menyesuaikan diri ketika bermain dengan sepuluh orang, tetapi kemudian segera kebobolan.
“Banyak hal yang terjadi setelah kami bermain dengan sepuluh orang karena kami langsung kebobolan,” kata Iraola. Ia menjelaskan, Liverpool sedang melakukan penyesuaian ketika gol itu terjadi. Setelah tertinggal 0-1, tim harus mengambil risiko lebih besar untuk mengejar ketertinggalan, sehingga ruang di lapangan pun terbuka.
Iraola menilai keadaan akan lebih mudah jika Liverpool sempat melakukan penyesuaian lebih awal dan menjaga bentuk permainan tetap rapat saat skor masih 0-0. Namun, setelah gol masuk, bertahan kompak saja tidak cukup. Tim juga perlu menyerang, dan perubahan itu membuat ruang lebih mudah dimanfaatkan lawan.
Di tengah absennya sejumlah pemain dan kebutuhan merespons kekalahan, pertandingan melawan Lask menjadi kesempatan bagi Liverpool untuk mencari sumber gol lain. Virgil van Dijk berpeluang memimpin tim untuk ke-200 kalinya di semua kompetisi. Sementara itu, Iraola berharap para pemain yang tersedia mampu menerjemahkan kepercayaan pelatih menjadi kontribusi nyata di lapangan.