Rakyat Memantau Setiap Kejadian Di Negara

Hiburan

Deswita Maharani Bela Syifa Hadju dari Sindiran Suntik Kromosom

Deswita Maharani membela Syifa Hadju setelah aktris itu menjadi sasaran komentar julid di media sosial. Sejumlah warganet menyindir perubahan penampilan Syifa dan menyuruhnya fokus menjalani suntik kromosom, tetapi Deswita menegaskan perubahan fisik tersebut wajar seiring waktu dan perkembangan karier.

Deswita mengenal Syifa sejak mereka bekerja bersama dalam sinetron Mermaid in Love. Ia mengingat para pemain harus menjalani syuting di bawah terik matahari, bahkan di kawasan perairan. Menurutnya, kondisi itu turut menjelaskan mengapa penampilan seseorang bisa berubah dari masa ke masa.

Syifa belakangan mendapat perhatian setelah membela Alyssa Daguise terkait wajah anak yang bocor dalam sebuah vlog. Namun, perhatian itu juga diiringi komentar yang mengarah pada penampilan Syifa. Deswita, yang dekat dengan Syifa dan sejumlah pemain Mermaid in Love, merasa perlu menanggapi sindiran tersebut.

Deswita ingat beratnya syuting Mermaid in Love

Dalam program No Secret, Deswita menceritakan pengalaman syuting bersama Syifa dan para pemain lain. Ia mengatakan kulit Syifa tampak gosong ketika menjalani proses produksi, yang banyak dilakukan di luar ruangan dan di dalam air.

“Waktu syuting Mermaid kulitnya gosong, kalian bisa bayangin saja ya. Hei kalian manusia-manusia yang gak pernah kejemur. Bayangin ya, anak saya syuting dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Jadi mereka itu gak pernah bangun dari yang namanya air,” kata Deswita.

Lokasi pengambilan gambar, kata Deswita, antara lain rawa-rawa dan studio di Persari. Para pemain juga pernah menjalani syuting di Ancol, di tengah ombak. Ketika bekerja pada siang hari, mereka dapat berada di air dari pukul 13.00 sampai 17.00 tanpa jeda istirahat.

Deswita menyebut para pemain menghadapi panas matahari selama menjalani syuting yang berlangsung hingga tiga tahun. Pengalaman itu menjadi alasan baginya untuk meminta warganet melihat perubahan penampilan Syifa secara lebih utuh, bukan langsung mengaitkannya dengan prosedur kecantikan.

Sindiran suntik kromosom bukan bukti perawatan Syifa

Suntik kromosom disebut dalam komentar warganet yang menyasar Syifa. Istilah tersebut merujuk pada prosedur kecantikan yang bertujuan mencerahkan kulit dengan memasukkan kombinasi zat, seperti vitamin C dan sel induk, melalui pembuluh darah. Namun, dalam keterangan Deswita, sindiran itu tidak menjadi bukti bahwa Syifa menjalani prosedur tersebut.

Deswita lebih menekankan perubahan seseorang sebagai hal yang lumrah. Syifa, menurutnya, telah tumbuh dari masa remaja menjadi perempuan dewasa. Ia juga menyinggung bahwa pekerjaan di dunia hiburan membuat penampilan menjadi salah satu modal, sementara perkembangan karier dapat memberi kesempatan untuk merawat diri.

“Kenapa Syifa sekarang cantik? Hai manusia, manusia itu berkembang dan bertumbuh memperbaiki diri. Kalau dia sekarang cantik ya wajar karena dia, buat kita di entertain itu kan modal. Makanya netizen percantik diri jangan cuma repot urusin orang. Coba ngaca deh yang komen gitu,” ujar Deswita.

Ia mengaku tidak suka ketika orang-orang yang dianggapnya seperti anak sendiri menjadi sasaran komentar semacam itu. Deswita juga mengatakan Syifa sudah memiliki kulit yang bersih sejak kecil. Menurutnya, perubahan penampilan Syifa bukan alasan bagi orang lain untuk melontarkan tuduhan atau komentar merendahkan.

Deswita minta warganet berhenti menghakimi

Dalam tanggapannya, Deswita membandingkan pengalaman para pemain saat syuting dengan komentar yang kini muncul di media sosial. Ia mengingatkan bahwa penampilan seseorang dapat berubah karena bertambah dewasa dan menjalani kehidupan yang berbeda. Ia juga menilai warganet sebaiknya tidak hanya sibuk mengomentari orang lain.

Deswita menyampaikan pembelaan itu dengan nada keras. Ia menyebut Syifa dan para pemain lain telah bekerja di bawah panas selama bertahun-tahun, sementara komentar tentang penampilan mereka datang tanpa mempertimbangkan pengalaman tersebut.

Perdebatan soal perubahan fisik figur publik kerap memunculkan dugaan tentang perawatan yang mereka jalani. Dalam kasus ini, Deswita memilih menjelaskan pengalaman yang ia saksikan sendiri selama bekerja dengan Syifa, sekaligus menolak menjadikan sindiran warganet sebagai dasar untuk menyimpulkan prosedur tertentu.

Pesan Deswita sederhana: perubahan penampilan tidak semestinya langsung menjadi bahan tuduhan. Warganet dapat menyampaikan pendapat tanpa merendahkan, terlebih ketika informasi tentang perawatan seseorang tidak dipastikan. Sikap lebih bijak di ruang digital memberi ruang bagi figur publik untuk berbicara tentang dirinya sendiri, bukan terus-menerus menjadi sasaran spekulasi.

Pantaurakyat