Kekayaan Elon Musk bertambah sekitar 61 miliar dollar AS atau setara Rp 1.092,2 triliun dalam sehari setelah saham SpaceX dan Tesla menguat pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires List, nilai kekayaan bersih Musk mencapai 979,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17.522,1 triliun.
Angka tersebut tercatat pada pukul 14.15 waktu setempat dan naik 6,64 persen dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Lonjakan itu membawa kekayaan Musk kembali mendekati level 1 triliun dollar AS, menurut data Forbes yang dikutip dalam laporan.
Saham SpaceX dan Tesla mendorong kenaikan
Penguatan dua perusahaan yang menjadi sumber utama kekayaan Musk, SpaceX dan Tesla, menjadi faktor di balik kenaikan tersebut. Perubahan nilai saham keduanya tercermin langsung dalam perkiraan kekayaan bersih Musk yang dimuat Forbes secara real time.
Dengan demikian, kenaikan yang tercatat bukan berarti Musk menerima uang tunai sebesar 61 miliar dollar AS dalam satu hari. Nilai itu menunjukkan perubahan estimasi kekayaan bersihnya seiring kenaikan saham perusahaan yang terkait dengannya. Laporan tersebut tidak merinci kontribusi masing-masing saham terhadap tambahan kekayaan itu.
Besarnya perubahan dalam sehari juga menunjukkan bahwa angka kekayaan para pemilik saham dapat bergerak mengikuti kondisi perdagangan. Dalam kasus Musk, kenaikan pada Jumat itu berasal dari penguatan saham SpaceX dan Tesla, bukan dari keterangan mengenai pendapatan baru atau transaksi tunai.
Nilai kekayaan kembali mendekati US$ 1 triliun
Forbes mencatat kekayaan bersih Musk sebesar 979,7 miliar dollar AS. Dengan asumsi kurs Rp 17.888 per dollar AS, nilai tersebut diperkirakan setara Rp 17.522,1 triliun. Kenaikan harian sebesar 61 miliar dollar AS—sekitar Rp 1.092,2 triliun dengan kurs yang sama—membuat posisinya kembali mendekati ambang 1 triliun dollar AS.
Perbedaan antara nilai kekayaan yang dilaporkan dalam dollar AS dan rupiah juga dipengaruhi oleh kurs yang digunakan. Karena itu, angka dalam rupiah pada laporan merupakan konversi berdasarkan asumsi nilai tukar tersebut, bukan angka terpisah yang diterbitkan Forbes sebagai nilai kekayaan dalam mata uang Indonesia.
Meski demikian, laporan ini tidak menyebutkan secara terperinci komposisi seluruh kekayaan Musk maupun metode penghitungan setiap aset. Data yang disampaikan berfokus pada angka kekayaan bersih dalam daftar Forbes, perubahan persentase dibanding sehari sebelumnya, serta penguatan saham SpaceX dan Tesla sebagai pemicunya.
Pergerakan saham memengaruhi estimasi kekayaan
Dalam laporan, kenaikan saham SpaceX dan Tesla disebut sebagai latar utama bertambahnya kekayaan Musk. Namun, tidak ada rincian mengenai besaran kenaikan harga masing-masing saham atau kontribusi spesifik keduanya terhadap perubahan nilai kekayaan. Karena itu, angka 61 miliar dollar AS sebaiknya dibaca sebagai perubahan total estimasi kekayaan bersih, bukan nilai yang dapat dibagi secara pasti antara dua perusahaan tersebut.
Angka kekayaan bersih yang bergerak mengikuti pasar juga bersifat dinamis. Posisi yang dicatat Forbes pada pukul 14.15 waktu setempat menggambarkan kondisi pada waktu tersebut, sedangkan perubahan harga saham setelahnya dapat mengubah estimasi berikutnya. Data itu menjadi potret pada satu titik perdagangan, bukan jaminan nilai kekayaan akan bertahan pada tingkat yang sama.
Kembalinya kekayaan Musk mendekati 1 triliun dollar AS menempatkan perhatian pada hubungan antara nilai saham perusahaan dan estimasi kekayaan pemiliknya. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada pergerakan saham SpaceX dan Tesla serta pembaruan data Forbes. Untuk saat ini, laporan tersebut mencatat satu lonjakan harian besar yang terutama berkaitan dengan penguatan dua perusahaan itu.