Xiaomi 18 Pro Max bertahan lebih lama daripada Samsung Galaxy S26 Ultra dalam uji baterai yang dibagikan kanal teknologi TechDroider. Ponsel Xiaomi mencatat waktu 11 jam 50 menit, unggul 1 jam 1 menit dari flagship Samsung yang kehabisan daya setelah 10 jam 49 menit.
Hasil tersebut menarik karena kapasitas baterai kedua perangkat berbeda cukup jauh. Xiaomi 18 Pro Max dibekali baterai 8.500 mAh, sedangkan Galaxy S26 Ultra menggunakan baterai 5.000 mAh. Kendati kapasitas Xiaomi sekitar 70 persen lebih besar, keunggulan waktu pakainya dalam pengujian itu tidak mencapai selisih yang sama besar.
Perbandingan tersebut dilakukan YouTuber teknologi Vaibhav Jain melalui kanal TechDroider. Hasilnya kemudian dipublikasikan melalui akun X @techdroider. Pengujian memperlihatkan durasi pemakaian kedua ponsel dalam rangkaian aktivitas, bukan hanya saat menjalankan satu aplikasi tertentu.
Hasil uji baterai Xiaomi dan Samsung
Dalam pengujian, kedua perangkat digunakan untuk bermain gim dalam waktu singkat, mengakses media sosial, menonton video, dan merekam video. Aktivitas itu dirancang untuk menggambarkan sejumlah kebiasaan penggunaan sehari-hari, meski tentu tidak mewakili seluruh pola pemakaian setiap orang.
Galaxy S26 Ultra mencatat durasi 10 jam 49 menit sebelum baterainya habis. Xiaomi 18 Pro Max menyusul hingga 11 jam 50 menit. Dengan demikian, selisih waktu di antara keduanya tercatat 61 menit, atau sekitar satu jam lebih lama untuk perangkat Xiaomi.
Angka tersebut menempatkan Xiaomi sebagai pemenang dalam tes ini, tetapi hasilnya juga menunjukkan bahwa kapasitas baterai bukan satu-satunya penentu ketahanan. Baterai yang lebih besar memang menyediakan cadangan daya lebih banyak. Namun, seberapa lama daya itu bertahan ikut dipengaruhi cara perangkat mengelola energi dan beban kerja yang dijalankan.
Kapasitas besar belum tentu berarti daya tahan berlipat
Perbedaan kapasitas 3.500 mAh antara Xiaomi 18 Pro Max dan Galaxy S26 Ultra terbilang signifikan. Meski demikian, perbedaan kapasitas tersebut tidak langsung berubah menjadi durasi pemakaian yang jauh lebih panjang dalam tes TechDroider. Xiaomi unggul, tetapi jaraknya masih sekitar satu jam.
Pengelolaan daya melalui perangkat lunak menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil. Galaxy S26 Ultra menjalankan antarmuka One UI berbasis Android, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max menggunakan HyperOS. Cara sistem mengatur aplikasi dan konsumsi energi berpotensi memberi dampak pada ketahanan baterai, tetapi satu pengujian ini belum cukup untuk menyimpulkan sistem mana yang lebih efisien secara keseluruhan.
Komponen dan kondisi lain juga berperan. Performa chipset, tingkat kecerahan layar, aplikasi yang aktif, serta konektivitas dapat mengubah konsumsi daya. Konfigurasi memori, suhu perangkat, dan pengaturan performa turut berpotensi membuat hasil berbeda, bahkan pada model ponsel yang sama.
Hasil pengujian perlu dibaca sesuai kondisinya
Karena itu, angka 11 jam 50 menit dan 10 jam 49 menit sebaiknya dipahami sebagai hasil dari skenario yang dijalankan TechDroider, bukan jaminan durasi bagi semua pengguna. Pemakaian dengan layar lebih terang, aplikasi berbeda, atau koneksi yang tidak sama dapat menghasilkan ketahanan yang berlainan. Metode dan kondisi pengujian menjadi bagian penting saat membandingkan daya tahan dua ponsel.
Uji ini tetap memberi gambaran bahwa Galaxy S26 Ultra mampu bersaing dalam hal daya tahan, meskipun kapasitas baterainya lebih kecil. Di sisi lain, Xiaomi 18 Pro Max menunjukkan keunggulan durasi dalam skenario tersebut, tetapi belum mengubah selisih kapasitas baterai menjadi kemenangan yang sangat lebar.
Bagi calon pembeli, hasil satu tes dapat menjadi bahan pertimbangan, bukan satu-satunya patokan. Perbandingan lebih lengkap perlu melihat pola penggunaan yang mendekati kebutuhan masing-masing, termasuk jenis aplikasi dan pengaturan layar. Dengan begitu, angka uji baterai dapat dibaca secara lebih proporsional sebelum menentukan pilihan.